Once upon a time at the foot of a great mountain,
there was a town where the people known as Happyfolk lived,
their very existence a mystery to the rest of the world,
obscured as it was by great clouds.
Here they played out their peaceful lives,
innocent of the litany of excess and violence that was growing in the world below.
To live in harmony with the spirit of the mountain called Monkey was enough.
Then one day Strangefolk arrived in the town.
They came in camouflage, hidden behind dark glasses
, but no one noticed them: they only saw shadows. You see,
without the Truth of the Eyes, the Happyfolk were blind.
Falling out of aeroplanes and hiding out in holes
Waiting for the sunset to come, people going home
Jump back from behind them and shoot them in the head
Now everybody dancing the dance of the dead,
the dance of the dead
the dance of the dead,
In time, Strangefolk found their way into the high reaches of the mountain,
and it was there that they found the caves of unimaginable Sincerity
and Beauty. By chance, they stumbled upon the Place Where All Good Souls Come to Rest.
The Strangefolk, they coveted the jewels in these caves above all things,
and soon they began to mine the mountain,
its rich seam fueling the chaos of their own world.
Meanwhile, down in the town, the Happyfolk slept restlessly,
their dreams invaded by shadowy figures digging away at their souls.
Every day, people would wake and stare at the mountain.
Why was it bringing darkness into their lives?
And as the Strangefolk mined deeper and deeper into the mountain,
holes began to appear,
bringing with them a cold and bitter wind that chilled the very soul of them up.
For the first time,
the Happyfolk felt fearful for they knew that soon the Monkey would soon stir from its deep sleep.
And then came a sound. Distant first,
it grew into castrophany so immense it could be heard far away in space.
There were no screams.
There was no time.
The mountain called Monkey had spoken.
There was only fire.
And then, nothing.
O little town in U.S.A, your time has come to see
There's nothing you believe you want
But where were you when it all came down on me?
Did you call me now?
-------------------------------------------------------
Wednesday, April 15, 2009
Friday, April 3, 2009
Hilang dan Telah Ditemukan
Saudara-saudara, dengan ini saya postingkan bahwa KTP saya yang (tanpa saya sadari) hilang, telah ditemukan pada hari ini, Jumat 3 April 2009 pukul 15.17WIB (itu jamnya ngarang sih..) di Kantor Satpam ITB.
Sungguh saya tidak menyadari hilangnya KTP saya sampai Senin, 30 Maret 2009, kemaren. Saat mas-mas resepsionis travel meminta saya untuk menunjukkan KTP, saat itulah saya menyadari bahwa kartu identitas tersebut sudah raib dari dompet saya. Berhubung saya orang yang tidak mudah panik (cuek sih sebenernya..hahhaha) dan positif thinking, maka saya berpikir bahwa KTP saya itu tertinggal di Bandung dan mungkin terselip di antara kertas, buku, DVD , dan sampah yang bergelimpangan di kamar saya. What a brilliant thoughts.
Namun beberapa hari berselang saya belum juga menemukannya. Mungkin karena saya tidak benar-benar mencarinya..hmmm. Sejauh itu saya masih tenang-tenang saja (Anda pasti berpikir orang macam apa saya ini). Sampai tadi salah seorang teman yang baik hati bernama Yana memberitahu saya bahwa ternyata KTP saya ada di Kantor Satpam depan. Kebetulan dia juga sedang mencari KTM-nya yang hilang, dan dia melihat KTP saya diantara kumpulan kartu-kartu lain yang ditelantarkan (baik sengaja maupun tidak) oleh para pemiliknya.
Saya sendiri pun tidak menyadari kapan dan dimana hilangnya KTP dengan foto saya yang (masih) tampan tersebut. Setidaknya ada hikmah yang dapat diambil dari sini; ikhlaskanlah barang Anda yang hilang, jangan dicari, niscaya ia akan kembali lagi...
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YANA dan PAK SATPAM yang telah berjasa menemukan kartu identitas saya. Saya akan berusaha untuk lebih cermat dan tidak teledor:)
Sungguh saya tidak menyadari hilangnya KTP saya sampai Senin, 30 Maret 2009, kemaren. Saat mas-mas resepsionis travel meminta saya untuk menunjukkan KTP, saat itulah saya menyadari bahwa kartu identitas tersebut sudah raib dari dompet saya. Berhubung saya orang yang tidak mudah panik (cuek sih sebenernya..hahhaha) dan positif thinking, maka saya berpikir bahwa KTP saya itu tertinggal di Bandung dan mungkin terselip di antara kertas, buku, DVD , dan sampah yang bergelimpangan di kamar saya. What a brilliant thoughts.
Namun beberapa hari berselang saya belum juga menemukannya. Mungkin karena saya tidak benar-benar mencarinya..hmmm. Sejauh itu saya masih tenang-tenang saja (Anda pasti berpikir orang macam apa saya ini). Sampai tadi salah seorang teman yang baik hati bernama Yana memberitahu saya bahwa ternyata KTP saya ada di Kantor Satpam depan. Kebetulan dia juga sedang mencari KTM-nya yang hilang, dan dia melihat KTP saya diantara kumpulan kartu-kartu lain yang ditelantarkan (baik sengaja maupun tidak) oleh para pemiliknya.
Saya sendiri pun tidak menyadari kapan dan dimana hilangnya KTP dengan foto saya yang (masih) tampan tersebut. Setidaknya ada hikmah yang dapat diambil dari sini; ikhlaskanlah barang Anda yang hilang, jangan dicari, niscaya ia akan kembali lagi...
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YANA dan PAK SATPAM yang telah berjasa menemukan kartu identitas saya. Saya akan berusaha untuk lebih cermat dan tidak teledor:)
Bandung, 3 April 2009
tertanda,
Kemal Adhi Ramadana
tertanda,
Kemal Adhi Ramadana
Subscribe to:
Posts (Atom)