Thursday, November 13, 2008

Post Mencret Sindrom

3 bungkus mie rebus ABC rasa gulai ayam pedas+sekotak besar susu Ultramilk=Mencret

Efek Samping:
  • Keringat Dingin
  • Sulit konsentrasi
  • Kentut berkali kali

PERCAYALAH

Wednesday, November 12, 2008

Ritual Senin Pagi

Walaupun ini bukan hari senin pagi, but whatever.
Dan bukan 'ritual' nongkrong di kloset.

Pas Senin kemaren mau ke Bandung, saya melintasi sebuah sekolah dan melihat siswa siswanya sedang melaksanakan upacara bendera.

Ya, inilah Ritual rutin yang biasanya dilakukan di awal minggu. Entah kenapa dilakukan setiap awal minggu. Kecuali upacara 17an. Ini mengingatkan saya bahwa upacara bendera adalah hal yang rasanya sudah lama sekali tidak dilakukan. Bagaimana harus datang ke sekolah lebih awal, harus memakai seragam yang lengkap dan rapi termasuk topi, sepatu hitam yang bersih dan sarapan yang baik serta stamina yang bagus. Tau kan, banyak yang pingsan pas upacara bendera gara-gara ngga sarapan atau cuma sarapan mie?

Biasanya dulu, setiap hari Minggu malam, sibuk nyiapin seragam sekolah. Seragam yang sudah disetrika rapi, celana putih, sepatu hitam yang bersih dan mengilap, dan topi sekolah. Kalo di SD-SMP gwe dulu, bagi yang ngga bawa topi bakal baris di barisan tersendiri. Yang pengen famous ya ngga usah bawa topi. Pasti jadi pusat perhatian. Mungkin beberapa orang teman bakal mengejek secara sembunyi-sembunyi dari barisan peserta upacara.

Biasanya kan urutan upacara bendera itu seperti ini(ini gwe lupa-lupa inget juga):
  • pemimpin upacaranya dipersilahkan masuk ke dalam lapangan upacara
  • Pembina upacara ato siapa, pokoknya kepala sekolah, dipersilahkan masuk ke dalam lapangan upacara
  • Trus guru-guru yang lain berdiri di belakangnya
  • Gila, gwe lupa abis ini apa. Pancasila dulu apa pengibaran bendera dulu? Yah, itulah pokoknya
  • Para siswa ikut mengucapkan Pancasila. Ada yang males-malesan, ada yang mengucapkannya dengan sepenuh hati, bahkan ada yang ngga ikut mengucapkan tapi malah mengobrol dengan teman di sebelahnya
  • 'Pengibaran bendera Merah Putih diiringi oleh Lagu kebangsaan Indonesia Raya'. Biasanya gwe cape hormat lama-lama..hhehe
  • Terus ceramah dari Pembina Upacara. Biasanya ngomel; 'Ini upacara bendera, seharusnya kalian khidmat. Tapi kenapa dari tadi terus mengobrol, ketawa-ketawa? Apalagi kalian yang kelas 6, tidak memberikan contoh yang baik untuk adik kelas kalian...' atau 'Untuk upacara hari ini sudah cukup tertib, tapi saya lihat kenapa masih banyak yang tidak memakai topi?' dan begitulah, ceramah moral lainnya. Dan justru selama ceramah moral inilah semakin banyak siswa yang mengobrol...
  • 'Mengheningkan Cipta dipimpin oleh Pembina Upacara'
  • Doa (siswa-siswa mulai kembali bersemangat, mengingat upacara akan segera usai)
  • Bubar deh, kembali ke kelas masing-masing

Aaaaahh, gwe jadi kangen masa SD. Masa dimana kita belum terlalu bandel, hidup belum terlalu bebas dan rasanya semuanya masih mengacu pada peraturan, membuat hidup terasa tertib.

Dan bagi yang kebagian giliran jadi pasukan pembawa bendera pasti lebih deg-deg ser. Bagi yang masih rookie (d'oh) pasti deg-degan. Timbul berbagai pikiran;
'Aduh, gimana nih'
'Aduh, sepatu harus bersih nih'
'Aduh, sakit perut'
'Aduh, kalo nanti benderanya sampe duluan gimanaa?'
'Aduh, kalo nanti benderanya kebalik gimana??'
atau saat sedang melangkah dengan tegap 'Aduh, sepatu gwe lepas!!'
(Well, mengingat 2 pernyataan terakhir adalah insiden yang kerapkali terjadi dalam upacara pengibaran bendera dan kerapkali menjadi bahan tertawaan)

hhe. Jadi inget masa-masa gwe sebagai pasukan pengibar bendera.

Mungkin Anda tidak percaya kalau saya pernah jadi pasukan pengibar bendera tetap waktu kelas 6 SD dulu....tapi terimalah kenyataan (pahit) itu. Jadi kan setiap minggu pasukan pengibar benderanya digilir dari kelas 6A, 6B dan 6C. Saya termasuk ke dalam pasukan pengibar bendera dari kelas 6A...GWAHAHAHAHA(suara gelak tawa sombong yang membahana)

Cukup membanggakan, karena pasukan pengibar bendera(PPB)nya ngga sekedar pake seragam sekolah dengan bawahan putih dan topi. Seragamnya beda, dan keren sekali(untuk ukuran anak SD keren lah); Jas warna putih dengan beberapa emblem (yang paling gwe inget adalah emblem sekolah di bahu sebelah kanan), celana pendek putih, kopiah dengan pin burung garuda dan bendera merah putih, sarung tangan putih, dan sepatu Bata hitam. Dengan tampilan seperti ini kita akan kelihatan seperti anak SD yang bermasa depan cerah, cerdas dan pintar, berbakti kepada guru, orang tua dan tanah air. Jadi berasa beda dan punya pride. Mungkin yang kepincut jadi semakin banyak juga(percayalah, Anda akan terlihat gagah dan tampan atau cantik saat memakai outfit PPB tersebut;-o)

Saya jadi kangen pada 8 orang PPB waktu SD dulu..hihi

Tapi ritual rutin setiap awal minggu ini hanya dilakukan oleh anak TK sampe SMA.
Yang cukup membuat bertanya tanya: Mengapa mahasiswa tidak melakukan upacara bendera setiap Senin? Apakah upacara bendera selama mengenyam pendidikan di bangku SD, SMP dan SMA sudah cukup memupuk rasa nasionalisme?

Wednesday, November 5, 2008

The Land Where Time Goes So Fast

Akhirnya
Beban seberat 100ton(lebay) terlepas dari bahu gwe. Seperti saat chit chat sama putra kemaren:
'Ahhh, Put, akhirnya UTS (UTS Seni Grafis) selesai juga...' gwe berujar 'Rasanya sekarang di punggung gwe tumbuh sayap...'

Yeah, setelah struggle tiap Minggu malam atau hari-hari lainnya, diundurnya pengumpulan UTS sampe hampir sebulan, pegelnya kaki, tangan, kepala dan hati, terkurasnya uang, dan lain lain sebagainya, selesai sudah UTS mahadahsyat ini. Yah, walaupun hasilnya sangat tidak memuaskan...

But whatever. Sudah berlalu, tinggal berjuang untuk yang kedepannya..hhehe(berusaha bijak)

Bicara soal UTS, fakultas gwe termasuk yang UTSnya 'ngga berat' kaya anak teknik yang lain. Kalo anak teknik UTS nya bisa berlangsung berminggu-minggu(yah walopun cuma sekali seminggu) sampe UAS, UTS gwe paling lama ya cuma 2 minggu lah. Tapi buat mata kuliah mayor Seni Grafis, uuuh...3 minggu bok.

Selain UTS Seni Grafis yang gahol abis, ada 3 UTS lagi yang lumayan berkesan, yakni mata kuliah Estetika, Sejarah Kebudayaan dan Kewarganegaraan.

Dimana Estetika adalah kuliah yang materinya bersinggungan dengan berbagai idealisme, filosofi dan gitu gituan(hal hal yang menyangkut idealisme dan filosofi maksudnya. Ngeres deh) Sebenernya menarik, tapi emang kadang-kadang materinya terkesan berat. Dan jarang memperhatikan kuliahnya apalagi ngga belajar sebelum UTSnya adalah keputusan yang cukup buruk. Beruntung yang duduk di depan gwe adalah Laura. You know what next...

Lalu Sejarah Kebudayaan. Di kuliah inilah waktu serasa berhenti. Mengutip perkataan Ranti; katanya malu bertanya sesat di jalan. tapi kalau kau bertanya di kelas ini. kau akan semakin tersesat. Ya, sebaiknya tidak bertanya di kuliah ini. Bertanya sama dengan memulai topik pembahasan baru yang bakal dibahas hampir selama 45 menit, kadang kurang kadang lebih. Beruntung UTSnya bersifat open book. Jadi ngga begitu sulit nyari jawaban urutan evolusi manusia.

Dan Kewarganegaraan. Seperti yang kita tahu bersama, tentunya kuliah ini membahas tentang luhur dan agungnya nilai nilai etika, moral, pancasila dan kewarganegaraan. Selain itu juga tentang hukum dan undang undang serta isu terkini di kancah politik negara yang sering korupsi ini. Tapi sungguh tidak terduga sola UTS yang kami hadapi. Awalnya gwe ngga sadar, karena kinerja otak yang sudah menurun akibat seharian dihantam kuliah teori. Tapi setelah sekitar 30 menit ujian, gwe mulai berbisik bisik sama Kara.

'Ini soalnya konyol,' bisik Kara.

Dan gwe baru menyadari.

Soal nomor sekian kira-kira berbunyi seperti ini(nomor 4 kalo ngga salah): 'Seorang pembantu rumah tangga di Jakarta telah bekerja selama 6 tahun dengan majikannya. Suatu ketika ia dipaksa untuk berhubungan seksual dengan kenalan majikannya. Apakah tuntutan hukum yang dapat diajukan pembantu rumah tangga tersebut?'

...

Soal yang lain berbunyi: 'Seorang mahasiswi 'berbuat' dengan pacarnya. Pacarnya berjanji menikahinya, namun ternyata pacarnya pergi dengan wanita lain. Apa yang dapat dilakukan si mahasiswi tersebut? Apa tuntutan hukum yang dapat diajukannya?'

Soal yang terakhir menimbulkan pertanyaan:
'Bu, ini mahasiswinya hamil ngga?'

Astaga.
Seriously, setelah sepuluh tahun gwe menuntut pendidikan di negeri ini, baru sekali ini gwe ketemu ama soal kaya gini. Apakah mungkin karena ini mata kuliah Kewarganegaraan untuk tingkat Universitas? Apakah karena isu seks bebas dan blah blah blah lagi hot-hotnya?
Entahlah, yang jelas UTS sudah berlalu, tinggal nunggu hasil.

Dan waktu serasa terbang. Rasanya ada tombol fast forward raksasa yang telah ditekan. Bayangkan, ini November 2008, kurang lebih 2 bulan lagi menuju 2009. Dan di Bandung udah mulai musim ujan nih. Menyenangkan, karena Bandung jadi lebih dingin dan lembab. Kemaren gwe ujan-ujanan naik sepeda, seru sekali.


haaaah....ingin pulang